Sabtu, 13 April 2013

sketsa rindu buat ayah

kenapa kau pergi?
dengan pertanyaan besar dikepalaku
yang dulu setiap saat kupertanyakan padamu
tak sedikitpun tak kau beri jawaban
disaat aku mencoba belajar
menghalau kenyataan hidup
disaat aku menepuk dadaku
akan kepahitan yang nyata

kenapa kau pergi?
kala aku membutukan cambukmu
yang mampu menuntunku menuju titik kedewasaan
kau membiarkanku berjalan meniti gurun tandus
tanpa bahumu yang kekar, yang sepanjang masa kurindu dekapnya

malam ini dengan kesedihan yang membatu didadaku
aku sedih Ayah, karena kita alpa untuk saling memarahi
aku rindu sentuhan jemarimu
rindu sorot matamu yang tajam

semoga engkau mendengarku, peluk rinduku buatmu.
Ayahku, damai selalu di sisiNya.

3 komentar:

  1. Nangis bacanya kak :) damai selalu disisiNya . Aaamiin .

    BalasHapus
  2. tuisan ini selalu mengingatkanku dengan rasa yang namanya rindu...

    rindu kaeng..

    BalasHapus
  3. Sedihku membaca ini... mengingat masa itu saat kita bersama dan mendengar kabar beliau dipanggil-Nya.. miss U sayang

    BalasHapus