Selasa, 31 Juli 2012

Tim Sayang Sebut Jubir IA Provokatif - Tribun Timur

Tim Sayang Sebut Jubir IA Provokatif - Tribun Timur
Tribun Timur - Senin, 30 Juli 2012 14:32 WITA

 
Makassar, Tribun-timur.com -- Asisten pribadi politisi PAN DPR RI, Indira Chunda "Thita" Syahrul YL, Henny Handayani menganggap pengrusakan baliho milik pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar (IA) adalah perilaku oknum yang tidak bertanggungjawab yang mau merusak suasana pilgub yang damai dan adil.

Ia pun menilai pernyataan Juru Bicara pasangan IA, Selle KS Dalle yang menuding bahwa perusakan baliho ini adalah perbuatan curang dari tim pasangan cagub-cawagub Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang (Sayang) menurutnya terlalu dini untuk menyimpulkan.

Mantan Ketua Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Sulselbar ini mengatakan asumsi, opini, dan analisa yang coba dibangun di publik oleh Selle KS Dalle terlalu labil, apalagi harus dikait-kaitkan dengan ajakan dari Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo kepada semua kompetitor di pilgub agar tidak berlaku curang.

Menurutnya, ajakan tersebut adalah salah satu upaya untuk menjadikan Pilgub Sulsel sebagai percontohan di Indonesia. Dikatakan, boleh jadi hal tersebut dilakukan oleh kelompok yang berkepentingan yang sengaja ingin merusak citra Pilgub sulsel.

"Kalau Saudara Selle bilang ini adalah modus lama, mungkin yang lain juga bisa berasumsi kalau ini adalah modus baru untuk melakukan pembunuhan karakter untuk merangkul empati masyarakat. Jadi tudingan-tudingan seperti itu justru akan semakin memperkeruh dan memprovokasi masyarakat," kata

Menurutnya lagi, masih banyak asumsi yang bisa muncul akibat perusakan alat peraga milik pasangan IA karena di Pilgub Sulsel ini kontestannya bukan hanya satu orang

Penulis : Syaekhuddin
Editor : Ina Maharani

Minggu, 29 Juli 2012

Masa Depan


Dan kutarik sebuah garis
Lalu kubentangkan dilangit pagi ini
Celupkan warna sesuka hati
Merah kuning biru jingga juga ungu
Ya sesuka hati!
Dan kugenggam sebongkah batu
Lalu kulemparkan ke tengah lautan
Sekuat tenaga
Hingga semburannya bernada

Dan kusibaklah tirai seluanya
Membiarkan panas menjelajah
Membakar jiwa
Hingga lumer bersatu dengan raga

Panaskan, panaskan…
Diam sejenak
Lalu hangat…
Kurasakan ketenangan senja hari dari untaian cipta
Hari ini dan untuk hari esok…


Diri

ini aku
berdiri tegak diantara rerimbunan ilalang
memandang jauh kedepan

ini aku
memberanikan diri
dan berusaha membenarkan laku

ini aku
berlari dengan gegap
kepalkan harapan tak pernah surut

ini aku
sejenak bersandar
dengan kesadaran
dengan kesabaran...
belajar memaknai hidup